Monday, December 21, 2009

Home » » PERAWATAN BAYI AGAR SELALU SEHAT

PERAWATAN BAYI AGAR SELALU SEHAT

Dasar Perawatan Bayi
Dasar dari perawatan bayi ialah bersih, tenang, teratur, dan teliti.
Menjaga Kebersihan
Selama melakukan perawatan pada bayi, Anda diharapkan dapat pula memperhatikan masalah kebersihan, antara lain:
  • Kuku jari Anda hendaknya selalu pendek agar tidak ada kuman dan kotoran yang terselip di bawah kuku.
  • Sebelum dan sesudah memegang bayi, mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Kamar bayi terlindung dari angin, debu, tetapi cukup mendapat sinar matahari dan udara segar.
  • Untuk menghindari infeksi, pakaian bayi dicuci terpisah dari pakaian anggota keluarga yang lain.
  • Pakaian bayi harus selalu kering dan bersih. Tidak memberikan kapur barus atau kamfer pada pakaian bayi.


Perawatan Tali Pusar
Tali pusar pada bayi yang baru lahir akan lepas pada waktu 5 sampai 14 hari. Perawatannya sangat sederhana. Ketika mandi bukalah kassa yang telah dipakaikan oleh bidan atau dokter. Kemudian keringkan, gantilah kassa tadi dengan kassa yang baru.
Perhatikan bahwa pangkal atau tunggul tali pusat harus terbungkus dengan baik.

Membersihkan Tahi Mata
Gunakan kapas steril yang telah dibasahi air matang untuk membersihkan tahi mata. Selalu gunakan kapas baru untuk tiap mata. Lakukan pijatan lembut dari sudut mata ke bawah dan ke arah hidung selama 5 – 10 kali. Selewat uasia 2 minggu, lazimnya tahi mata tidak berlebih karena saluran air matanya sudah berfungsi. Bersihkan mata dari arah dalam ke luar dengan bola kapas yang sudah dicelup dalam air hangat. Ganti kapas setiap kali membersihkan mata agar tidak terjadi perpindahan kuman. Gunakan tisu atau kain bersih untuk mengeringkan mata.

Membersihkan Kerak Kepala
Kerak di kulit kepala ada hampir pada setiap bayi. Kerak ini disebut sela kerang atau cradle crap. Meski tidak berbahaya, tetapi sangat menjengkelkan. Cara menghilangkannya dengan mengoleskan babyoil pada kepala bayi, diamkan 10 – 15 menit, lalu pijat perlahan sebelum mengeramasinya. Jangan sampai kulit kepalanya berdarah. Ingat bahwa ada peredaran darah di kepala yang menyambung ke otak. Usahakan kulit kepala tetap sejuk dan kering agar sela karang itu tidak bertambah banyak.

Membersihkan Rambut
Mencuci rambut bayi yang masih kecil itu sebenarnya mudah. Selain belum banyak bergerak, rambutnya pun sedikit. Jangan panik melihat ubun-ubun si kecil yang belum rapat. Kulit yang melindungi ubun-ubun cukup kokoh. Cuci rambut bayi anda dengan shampo bayi. Pegang kepalanya dengan erat dan jaga jangan samapi shampo masuk ke dalam matanya. Meski shampo bayi terbuat dari ramu-ramuan khusus sehingga lembut dan tidak membuat mata pedih, namun ia bisa jadi kaget saat kemasukkan shampo.

Membersihkan Hidung
Bagian dalam hidung memiliki daya pembersih sendiri, sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. Untuk membersihkan cuping hidung, gunakan kapas bertangkai yang sudah Anda celupkan ke dalam air hangat. Jangan dalam-dalam. Cuping hidung si kecil dapat terluka nantinya. Ganti kapas bertangkai untuk cuping hidung lainnya. Saat nafasnya terganggu karena lendir yang berlebih, gunakan aspirator. Lakukan satu per satu secara bergantian karena menghisap kedua lubang sekaligus dapat membahayakannya. Lendir dapat naik dan berpeluang menyebabkan infeksi.

Merawat Mulut
Sebenarnya mulut bayi tidak memerlukan perawatan yang khusus. Endapan susu pada lidah bayi pun tidak perlu dibersihkan. Salah-salah dapat membuat lidah si bayi menjadi lecet. Cukup beri air putih saja. Sesudah tumbuh gigi, bersihkan gusi dan gigi sekali sehari menggunakan sikat gigi khusus untuk bayi, atau dapat dengan menggunakan kapas steril yang telah dibasahi air hangat.

Membersihkan Telinga
Anda “tidak boleh” membersihkan bagian dalam dari telinga bayi. Cukup membersihkan sebatas pada pintu keluar. Pakailah cotton bud yang telah dibasahi air hangat agar kotoran menjadi lunak dan mudah untuk dikeluarkan. Daun telinga dapat dibersihkan setiap mandi. Lubang telinga bayi Anda sebaiknya tidak di otak-atik, karena dapat melukainya. Bersihkan daun telinga dengan kapas bertangkai yang telah diolesi babyoil. Ganti kapas bertangkai dengan yang baru untuk daun telinga lainnya. Keringkan telinga bayi Anda dengan benda kering yang lembut.

Membersihkan Kulit
Untuk mencegah munculnya biang keringat, atur temperatur ruangan senyaman mungkin. Apabila tidak ada AC, ventilasi kamar bayi atau ruangan harus baik. Pakailah bedak khusus bayi yang mampu menjaga kulit bayi tetap halus dan lembut. Saat ia mengeluarkan banyak keringat, lap bagian tubuhnya dengan handuk kering yang lembut.
Memotong Kuku
Anda perlu ekstra hati-hati karena biasanya si kecil tidak betah kalau dipotong kukunya. Padahal, kuku bayi cepat sekali tumbuhnya. Tahapan memotong kuku si kecil sebagai berikut:
  • Agar kukunya agak lunak, potong setelah ia dimandikan.
  • Tekan jari yang akan dipotong kukunya dengan ibu jari dan telunjuk jari Anda, sementara tangan kanan Anda mulai mengguntingnya.
  • Pilih alat pemotong kuku yang ujungnya bulat dan usahakan untuk disterilkan dahulu dengan alkohol 70%.
  • Gunting bagian kuku yang putih. Jangan lupa sisakan sedikit bagian tersebut.
  • Bersihkan kotoran dalam kuku dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam air matang.
Membersihkan Bokong
Daerah ini mudah terkena aneka problema karena seringkali kontak dengan popok basah, seperti terkena iritasi akibat mikroorganisme penyebab infeksi dari air kemih. Jangan menggunakan diapers terlalu sering atau sepanjang waktu. Cukup pada tidur malamnya atau pada saat berpergian. Saat memakai diapers, kendurkan bagian paha sebagai ventilasi dan jangan lupa menggantinya setiap kali bayi Anda buang air kecil atau buang air besar.

Membersihkan Alat Kelamin
Bersihkan alat kelamin bayi Anda setiap kali akan mengganti popoknya. Sesudah kotoran dibersihkan, ambil kapas bersih yang telah dibasahi oleh air hangat untuk membilasnya. Pada bayi laki-laki, ujung penisnya masih menguncup. Kondisi ini akan membuka di usia 3 – 4 tahun. Tidak perlu menarik kearah pangkal saat Anda membersihkannnya. Skrotum (kantung zakar) terlihat besar akibat menahan air dan hormon, namun akan segera mengecil. Testis (buah zakar) kiri dan kanan tampak turun dalam skrotum dengan testis kiri biasanya lebih rendah. Dalam beberapa kelahiran, testis bayi belum tampak turun dalam skrotum. Dalam kondisi demikian, dokter anak akan menginformasikannya pada Anda.Khusus bagi bayi perempuan, selalu di mulai dari arah depan ke belakang. Hal tersebut ditujukan agar terhindar dari bakteri yang terdapat di sekitar anus terbawa dari vagina. Bersihkan hanya di daerah bibir vagina dan jangan menyentuh daerah yang paling dalam.

Seringkali pada usia 0 – 2 bulan, bayi Anda BAB disertai kencing hampir 30 menit sekali. Air seni yang mengenai daerah sekitar anus akan menyebabkan iritasi dan menjadikan kulit luka memerah. Jangan panik. Cara mengatasinya sangat mudah, dengan mengoleskan air hangat pada tisu, kapas, atau kain yang Anda pakai untuk mengelap atau mencuci kotoran tersebut. Dengan air hangat, kulit cepat kering sehingga tidak akan terjadi iritasi. Anda tidak perlu megoleskan bedak, minyak kelapa atau salep,karena hal tersebut justru akan dapat mengumpulkan bakteri dan membuat iritasi kulit semakin parah. Dengan bertambahnya usia bayi Anda, maka periode BAK dan BAB akan lebih jarang dan teratur sehingga iritasi dengan sendirinya akan sembuh, terutama apabila kandungan susu ibu banyak mengandung protein.

Mengganti Popok
Setiap bayi BAK atau BAB, popoknya harus segera diganti. Tetapi penggantian popok yang hanya basah tidak boleh menggangu ketenangan bayi. Jadi, apabila bayi Anda BAK sat tidur dan ia tidak menangis, Anda tidak perlu tergesa-gesa menggantikan poponya, kecuali jika bayi BAB.
Sekedar berbagi, selain efektif dan ekonomis, saat ini terdapat popok yang terbuat dari bahan anti tembus air. Anda dapat melapisinya dengan popok kain sebelum memakaikannya pada bayi, agar terserap pada kain popok tersebut. Dengan catatan, Anda selalu mengawasinya, apabila bayi pipis segera diganti dengan popok yang baru dan kering, sedangkan celana anti tembus airnya, dapat Anda lap dan jemur sebentar.
Setiap kali Anda mengganti popok, pantat bayi harus dicuci dengan air hangat-hangat kuku kemudian dikeringkan.


Sumber:
Buku Penuntun Calon Ibu, 1992
Sisipan Booklet Indahnya Tahun Pertama. Nakita. No.522/TH. X/30 maret – 5 April 2009
M.T Indiarti. Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan, dan Perawatan Bayi. DIGLOSSIA MEDIA. Yogyakarta. 2008
Subakti Yazid, S.Si. Ensiklopedia Calon Ibu. Smart Akhwat. Jakarta. 2007

Untuk artikel lengkap disertai gambar penjelasnya, silahkan download artikel PDF disini

Artikel Terkait:

3 comments:

  1. Wah... berguna niy postingannya Ukh. Kpn2 bakal berkunjung & baca2 lagi kl dh mo dipraktekkan,Insya Allah...

    ReplyDelete
  2. informasi yang sangat menarik. tanks ya..

    ReplyDelete