Tuesday, November 10, 2009

Home » » Perkembangan Fisik Bayi

Perkembangan Fisik Bayi

Sejak terlahir, bayi terus berkembang. Seiring perkembangan fisik, fungsi fisik semakin berkembang pula. Perkembangan fisik yang cepat, membuat fungsi fisik (motorik) semakin baik.
Perkembangan bayi harus selalu dipantau guna mengetahui apakah ia normal atau tidak. Pemantauan ini dapat dilakukan dengan memilih waktu yang paling nyaman bagi si bayi. Untuk ukuran perkembangan fisik, setidaknya anda harus tahu beberapa perubahan panjang dan berat badan si bayi tiap minggu atau tiap bulannnya.
Bayi normal akan mengalami pertumbuhan fisik seperti tabel berikut:
Tabel: Perkembangan Fisik Bayi

tabel fisik bayiKebanyakan pertumbuhan anak di bawah batas minimal adalah pada kasus gizi buruk atau malnutrisi. Penyakit dan kelainan bawaan adalah faktor lain penyebabnya. Anda harus tahu mengenai persoalan ini.

Jika pertumbuhan anak melebihi batas maksimal, bukan berarti status gizinya terlalu baik dan standar kesehatannya terlalu tinggi. Anda jangan bangga dulu kepada tetangga. Ini justru harus diwaspadai karena kelainan dan penyakit tertentu juga menyebabkan pertumbuhan berlebih di luar standar. Berat badan yang melebihi batas maksimal mengarah overweight yang ujung-ujungnya akan meningkat menjadi obesitas. Tahukah anda, bahwa dalam tubuh obes telah menunggu berbagai risiko penyakit?

Bayi yang gendut, jantungnya harus bekerja berat, memompa darah yang volumenya besar dan pembuluhnya tersebar di banyak jaringan itu. Yang dikhawatirkan adalah fungsi jantungnya akan terganggu terutama jika si bayi kurang aktif bergerak (kebanyakan bayi yang gendut kurang aktif geraknya). Akibat lain yakni kelak risiko terkena hipertensi dan diabetes sangat tinggi. Kegemukan juga menyimpan banyak lemak, sedangkan salah satu tempat penimbun racun/ toksin adalah pada lemak.

sumber:
M.T Indiarti. Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan, dan Perawatan Bayi. DIGLOSSIA MEDIA. Yogyakarta. 2008
Subakti Yazid, S.Si. Ensiklopedia Calon Ibu. Smart Akhwat. Jakarta. 2007

Download artikel PDF





Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment